Nadiem Makarim, Lulusan Harvard yang Jadi Juragan GO-JEK

Ditulis Oleh : Deden Hardian

Siapa yang tidak tahu GO-JEK? Ya bisnis ojek online ini sempat menjadi perbincangan yang hangat sejak kehadirannya di Indonesia, berbagai macam pro dan kontra pun bermunculan satu-persatu, namun terlepas dari itu semua, gojek terbukti memberikan kenyamanan dan keamanan yang lebih kepada pelanggannya.
Nadiem Makarim
Nah, tau gak siapa pendiri bisnis ojek online ini? Nadiem Makarim lah otak dibalik keberhasilan gojek muncul ke tengah masyarakat dan mendapatkan kepercayaan yang positif dari masyarakat.
Nadiem Makarim adalah lulusan dari Harvard, Ia kembali ke Indonesia untuk mendirikan PT Go-Jek Indonesia setelah melihat adanya peluang yang besar di bisnis transportasi berbasis teknologi. Pria lulusan Master of Business Administration dari Harvard Business School ini diketahui pernah bekerja di sebuah perusahaan Mckinsey & Company sebuah konsultan ternama di Jakarta dan menghabiskan masa selama tiga tahun bekerja disana. Diketahui pula ia pernah bekerja sebagai Co-founder dan Managing Editor di Zalora Indonesia kemudian menjadi Chief Innovation officer kartuku. Berbekal banyak pengalaman selama bekerja, Nadiem Makarim kemudian memberanikan diri untuk berhenti dari pekerjaannya dan mendirikan perusahaan GO-JEK pada tahun 2011.

Nadiem Makarim mendapatkan ide membuat perusahaan go-jek setelah berbincang-bincang dengan para tukang ojek, disana ia mendapati bahwa para tukang ojek kebanyakan menghabiskan waktunya hanya untuk menunggu penumpang, para ojek sangat sulit untuk mendapatkan pelanggan. Di lain pihak, tidak sedikit pula para pelanggan yang sebenarnya butuh ojek namun sulit mendapatkan ojek di waktu tertentu, belum lagi ia sadar bahwasanya penggunaan mobil yang semakin marak dapat menyebabkan kondisi kemacetan di kota Jakarta semakin parah. Berbekal tekad itu ia kemudian mendirikan sebuah perusahaan di bidang teknologi yang dapat menyelesaikan persoalan-persoalan yang terjadi di tengah masyarakat.

Kemudian pada tahun 2011 Nadiem Makarim secara resmi mendirikan perusahaan GO-JEK sekaligus  menjabat sebagai CEO GO-JEK. Layanan Go-jek menawarkan kemudahan serta kecepatan dengan bekerja sama dengan para Tukang Ojek di bawah nauangan perusahaan GO-JEK. Selain menawarkan jasa ojek, Nadiem Makarim melalui GO-JEK nya juga menawarkan jasa pengantaran barang dan makanan, transportasi, serta jasa belanja.
Pada tahun 2014 GO-JEK semakin berkembang setelah mendapat suntikan dana dari perusahaan investasi asal singapura yaitu Northstar Group, kemudian perusahaan ojek milik Nadiem Makarim tersebut juga mendapat suntikan dana pada tahun yang sama dari dua perusahaan yakni Redmart Limited dan Zimplistic Pte Ltd.


GO-JEK beserta pro dan kontra nya

Sejak keberadaannya di beberapa kota di Indonesia, GO-JEK tidak sedikit menuai pro dan kontra, banyak ojek pangkalan yang mengeluh akan keberadaan GO-JEK, salah satu nya ialah ojek pangkalan merasa susah untuk bergabung dengan GO-JEK, hal ini dapat dimaklumi karena pendaftaran jadi anggota mitra GO-JEK tidak gampang, soalnya pendaftaran bisa lebih 100 orang dalam seharinya, dan Go-jek pun tidak mau asal dalam memilih mitranya, karena nama perusahaan akan menjadi taruhannya bila mereka memilih mitra yang tidak kompeten.
Selain itu kehadiran GO-JEK dianggap oleh ojek pangkalan sebagai saingan dalam mencari pelanggan dan mereka merasa tersaingi dengan keberadaan GO-JEK ini, namun terlepas dari itu semua, sebenarnya GO-JEK dapat dimanfaatkan oleh ojek pangkalan sendiri dengan bergabung dengan GO-JEK, mereka dapat dengan mudah mencari pelanggan, tanpa harus panas-panasan dan menunggu tanpa ada kepastian. 
Kehadiran GO-JEK penuh pro & kontra

Post a Comment